Rabu, 30 Desember 2009

mataram kediri singasari majapahit

Mataram hindu
Sumber –sumber sejarah mengenai sejarah Mataram Hindu yaitu:
A. Prasasti Canggal , ditemukan di Desa Canggal daerah Kedu Desa Sleman Yogyakarta. Prasasti ini menceritakan Pendirian lingga sebagai rasa terima kasih kepada Dewa Siwa oleh Raja Sanjaya
B. Prasasti Kalasan, ditemukan di sebelah timur Kota Yogyakarta. Prasasti ini berangka tahun 778
C. Prasasti Mantyasih (Prasasti Kedu/ Prasasti Balitung) Isi Prasasti mengenai daftar raja-raja Mataram

Sistem pemerintahan
Raja Pertama yang menganut Hindu adalah : Raja Sanjaya, ia menggantikan Raja Sanna

Berdasarkan Prasasti Balitung, Raja-Raja yang memerintah
di Mataram sebelum Raja Balitung adalah:
1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran
3. Sri Maharaja Rakaharaja Rakai Panunggalan
4. Sri Maharaja rakai Warak
5. Sri Maharaja Rakai Garung
6. Sri Maharaja Rakai Pikatan
7. Sri Maharaja Rakai kayuwangi
8. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang
9. Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodya Mahasambu

Dinasti sanjaya dan sailendra
• Akhir abad ke-8 Dinasti Sanjaya terdesak oleh Dinasti Sailendra.
Dampak terdesaknya Dinasti adalah semakin meluasnya agama Budha Mahayana yang dianut Dinasti Sailendra, sehingga Dinasti Sanjaya pindah ke Jawa Timur

• Pada Abad ke-9, ketika akhir pemerintahan Samaratungga kekuasaan Sailendra mulai mundur sehingga dilaksanakan perkawinan politik antara Rakai Pikatan (Dinasti Sanjaya) dan Pramowardhani (Raja Putreri keluarga Sailendra) hal ini dimaksudkan untuk menyelamatkan keturunan Sailendra

• Adapun Balaputradewa, adik Pramowardhani dari Dinasti Sailendra berusaha merebut kekuasaan Rakai Pikatan tahun 856, namun gagal dan melarikan diri ke Suwarnadwipa.

Setelah Rakai Pikatan, maka digantikan oleh Raja Balitung, raja Daksa, Tulodong dan raja Wawa ( Raja terakhir Dinasti Sanjaya)

Akhir kerajaan Mataram:
Setelah Raja Wawa wafat diganti oleh Mpu Sindok yang kemudian memerintahkan perpindahan pusat pemerintahan ke Jawa Timur dan membentuk Dinasti Ishana. Nama dinasti ini diambil dari nama depan Mpu Sindok Yaitu Sri Ishana Wikramedharmatunggadewa

Alasan pemindahan pusat pemerintahan ke Jawa Timur adalah:

a. Menjauhi ancaman dari kerajaan Sriwijaya
b. Adanya bencana alam berupa meletusnya gunung berapi dan wabah penyakit
c. Dengan pindahnya pusat pemerintahan ke Jawa Timur maka akan mempermudah hubungan perdagangan

Kerajaan mataram di jatim
Setelah Mpu Sindok memindahkan Kerajaan Mataram ke Jawa Timur, kerajaan Mataram di Jawa Timur semakin berkembang pada masa Teguh Darmawangsa.

Pada masa Pemerintahan Darmawangsa dilakukan penyerangan terhadap Kerajaan Sriwijaya, namun serangan itu dibalas Kerajaan Sriwijaya dengan memanfaatkan raja-raja bawahan Mataram untuk memberontak terhadap Rajanya. Maka dilaksanakan serbuan tiba-tiba ke Mataram, yang mengakibatkan terbunuhnya Darmawangsa.

Pengganti Darmawangsa adalah Airlangga, Ia membangun kerajaan Medang di Jawa Timur. Akhir Pemerintahannya Airlangga membagi kerajaan menjadi dua yaitu Kerajaan Jenggala (Kerajaan Singasari) dan Kerajaan Panjalu (Kerajaan Kediri)

Kerajaan kediri (1042-1222)
Raja Kediri pertama adalah Raja Bamecwara ia kemudian digantikan oleh Jayabaya, Raja ini terkenal dengan ramalannnya.

Hasil sastra pada masa Jayabaya adalah :
a. Kitab Bharatayuda oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh
b. Kitab Gatotkaca Karangan Mpu Panuluh

Selanjudnya raja yang memerintah Kediri adalah Sarvecvara, Aryyaevara, Kracaradipagandra, kemudian Kamecvara. Raja terakhir adalah Raja Kertajaya yang dikalahkan oleh Ken Arok

Kerajaan singasari
Sumber sejarah mengenai kerajaan Singasari yaitu :

a. Kitab Pararaton isinya menceritakan riwayat Ken arok dari lahir sampai menjadi raja
b. Kitab Negarakertagama : ditulis dengan Mpu Prapanca isinya menganai pandangan filsafat, keindahan keraton Majapahit, perjalanan suci Hayam Wuruk, dan terdapat juga riwayat Ken Arok

Perkembangan singasari
Pemerintahan
Raja Pertama Singasari adalah Ken Arok . Ia menduduki kekukasaan dengan membunuh Tunggul Ametung dan memperistri Ken Dedes. Namun setelah berkuasa Ken Arok dibunuh Anusapati, anak tiri Tunggul Ametung. Setelah naik tahta Anusupati dibunuh Tohjaya, anak Ken Arok. Dalam pemerintahannya Tohjaya mati terbunuh akibat pemberontakan. Selanjudnya kekeuasaan diserahkan pada Ronggowuni lalu Kertanegara. Pada masa pemerintahan Kertanegara, Kerajaan Singasari mencapai puncak Kejayaannya yang ditandai dengan EKSPEDISI PAMALAYU dan menghadapi serangan dari Kubilai Khan dari Cina
Akhir Kerajaan Singasari
Sewaktu mengahadapin Kubilai Khan dan Penyatuan Nusantara dalam Ekspedisi Pamalayu, tahun 1292 Singasari diserang oleh Jayakatwang, Raja Kediri

Kerajaan majapahit
Raja-raja yang memerintah Kerajaan Majapahit adalah :
1. Raden Wijaya, pendiri kerajaan majapahit. Ia memanfaatkan tentara mongol dengan mengajak bekerjasama untuk menghancurkan kekuasaan Jayakatwang.
2. Jayanegara adalah pengganti Raden Wijaya
3. Tribuwananttunggadewi, pada masa pemerintahannnya, ia mengangkat Gajah Mada sebagi Mahapatih Hammangkubhumi dan saat pelantiknanya Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. Isi sumpah Palapa bahwa ia tidak akan bersenang-senang sebelum kesatuan nusantara dapat tercapai ( Malaka, Sumatera, Jawa, Madura, kalimantan, Sulawesi, sunda kecil (Nusa Tenggara), maluku dan Irian (guruh)
4. Hayam Wuruk, Pada masa ini Majapahit mencapai puncak Kejayaannya
5. Ratu Kusumawardhani (1389-1492), Dewi Suhita (1429-1447), Bhre Tumapel (1447-1451), Bhre Kahuripan (1451-1453), Purwawiseta (1457-1467)), Pandan walas ( 1467-1478)

Kemunduran
1. Faktor Politik
Setelah Gajah Mada meninggal, daerah yang luas tidak dapat dipertahankan selain itu adanya perluasaan kekuasaan Cina ke Asia Tenggara
2. Faktor ekonomi
Bandar-bandar dagang langsung berhubungan dengan luar negeri dan ingin melepaskan diri dari Majapahit, sehingga pemasukan Majapahit berkurang
3. Penyebaran Islam ke Asia Tenggara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar